Irma Lismayani

Duta Rumah Belajar

Prov. Sulawesi Tenggara

Guru Idola

Sang Pujangga

Selasa, 11 Agustus 2020

Penggunaan Fitur Sumber Belajar Dan Kelas Maya Pada Portal Rumah Belajar Menuju Pendidikan 4.0

Pendidikan 4.0 dilatarbelakangi oleh munculnya industri 4.0 atau revolusi digital dan era disrupsi teknologi (Muhammad, 2018). Salah satu hal yang menandai hal tersebut sebagian besar produk dipasarkan melalui online dan pentingnya kecakapan sosial dalam bekerja. Indonesia pun merasakan secara langsung gelombang industri 4.0 diantaranya adanya grab, go-car, go-food serta pembelanjaan menggunakan online shop misalnya pada buka lapak dan sebagainya. Oleh karena itu, pendidikan 4.0 mengintegrasikan penggunaan teknologi cyber dalam pembelajaran.

Pendidikan 4.0 mendorong terjadinya pergeseran gerakan literasi dari gerakan literasi lama menjadi gerakan literasi baru. Gerakan literasi baru terfokus pada literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia (Aoun, 2017). Literasi data bukan hanya memahami data/informasi tetapi lebih pada  kemampuan untuk mengelola banyaknya aliran informasi yang diperoleh. Literasi teknologi sangat berguna untuk mengetahui bagaimana suatu mesin bekerja. Literasi manusia terkait tentang humaniora, kemampuan berkomunikasi dan desain.

Berhasil tidaknya suatu pendidikan sangat erat kaitannya dengan pembelajaran yang dilakukan oleah satuan pendidikan. Pembelajaran merupakan cara teknis untuk mewujudkan cita-cita pendidikan. Salah satu cita-cita pendidikan  yakni menghasilkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20, 2003) Oleh karena itu, pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam kehidupannya.

Tantangan pendidik saat ini adalah bukan dari apa yang dibelajarkan akan tetapi bagaimana cara membelajarkannya kepada peserta didik. Pembelajaran sebaiknya berfokus pada mempersiapkan peserta didik untuk memenuhi kebutuhannya di masa depan serta mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam mencari solusi dari berbagai tantangan perkembangan. Selain itu, peserta didik dipersiapkan untuk menghadapi tantangan digital secara langsung.

Langkah yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk menyiapkan peserta didiknya dalam era disrupsi teknologi yakni memanfaatkan teknologi digital dalam membelajarkan peserta didik. Fakta menunjukkan bahwa di SMPN 17 Kendari masih banyak pembelajaran yang belum memanfaatkan media digital untuk menunjang literasi peserta didik. Oleh karena itu, penulis tergerak untuk mencoba berperan aktif dalam peningkatan kompetensi digital peserta didik dengan mengemplementasi TIK dalam pembelajaran.  Hal ini dilakukan dengan menggunakan media yang dapat mendukung literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia peserta didik. Media yang dipilih dan diyakini dapat meningkatkan kompetensi digital peserta didik yakni  portal rumah belajar.

Rumah belajar merupakan sebuah web pembelajaran yang dikembangkan oleh pustekkom dibawah naungan kemdikbud dengan alamat https://belajar.kemdikbud.go.id/. Portal rumah beajar memiliki 8 fitur utama yaitu sumber belajar, buku sekolah elektronik (BSE), bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana luar angkasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan kelas maya. Selain itu, rumah belajar memiliki fitur tambahan yakni karya komunitas, karya pendidik, dan karya bahasa sastra. Namun, pada tulisan ini dibatasi pada kajian pemanfaatan fitur sumber belajar dan kelas maya.
Fitur sumber belajar merupakan salah satu fitur yang menyediakan referensi belajar berbahasa indonesia (Pustekkom, 2017).

Dengan menggunakan fitur sumber belajar, peserta didik bisa mendapatkan penjelasan materi secara komprehensif dan interaktif, sebab setiap materi dikupas mulai dari kompetensi, materi, simulasi, latihan dan tes sehingga lebih cepat membangun struktur pemahaman peserta didik. Tidak semua sumber referensi yang ada di internet dapat dijadikan sumber belajar. Peserta didik harus memahami sumber belajar tersebut benar atau tidak salah konsepnya. Salah satu sumber belajar yang baik yakni memberikan landasan berpikir yang ilmiah dalam proses pembelajaran. Hal ini tentunya tidak mudah bagi peserta didik untuk menemukan sumber belajar yang memiliki konsep yang tepat sesuai dengan materi yang dipelajari. Dengan mengarahkan peserta didik mengakses fitur sumber belajar pada portal rumah belajar akan sangat membantu peserta didik dalam memahami materi yang dibelajarkan. Harapannya peserta didik mampu memperoleh referensi yang valid dan sesuai dengan kompetensi yang dibelajarkan.

Penggunaan fitur sumber belajar pada portal rumah belajar diharapkan mampu mengembangkan literasi data dan literasi teknologi peserta didik. Banyaknya informasi yang diperoleh dari sumber belajar pada portal rumah belajar melatih peserta didik untuk mengelola informasi dengan tepat sehingga mampu menarik kesimpulan dari berbagai informasi yang diperoleh. Hal ini tentunya mengarahkan peserta didik untuk mampu menggunakan teknologi digital dan mengelola informasi yang diperoleh dengan tepat. Mengelola informasi merupakan salah satu indikasi literasi data sedangkan mampu menggunakan teknologi digital merupakan salah satu indikasi literasi teknologi. Diketahui bahwa literasi data dan literasi teknologi merupakan salah satu ciri pendidikan 4.0. Oleh karena itu, penggunaan fitur sumber belajar pada portal rumah belajar telah menuju pendidikan 4.0.

Fitur lainnya dari portal Rumah Belajar yang dapat mendukung pendidikan 4.0 adalah kelas maya. Kelas maya merupakan sebuah learning management system (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran online (daring) antara peserta didik dan pendidik kapan saja dan di mana saja (Pustekkom, 2017: 16). Fitur ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar tak terbatas di ruang kelas. Namun, peserta didik mampu melakukan pembelajaran kapan saja dan dimana saja. Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi peserta didik untuk memahami bahwasanya belajar tidak sebatas di ruang kelas tetapi dimana saja dan dilakukan sepanjang waktu atau lifelong learning (Aoun, 2017; Susilo, 2015).

Penggunaan fitur kelas maya dalam portal rumah belajar dapat merangsang kreativitas guru sebagai pendidik. Melalui kelas maya guru diharuskan memasukkan materi pembelajaran berupa modul, membuat kuis, penugasan dan soal ujian. Hal ini membutuhkan kompetensi guru dalam penggunaan IT  dan  kreativitas guru dalam menyiapkan materi dalam bentuk buku, video, ppt ataupun bentuk media lainnya. Penggunaan fitur kelas maya dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Di dalam kelas dapat digunakan sebagai tes formatif (soal kuis/ujian) sedangkan di luar kelas dapat digunakan untuk penunjang materi pembelajaran di kelas. Hal ini berarti pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja tidak terbatas di dalam kelas. Tentunya hal ini memberi manfaat yang sangat besar buat peserta didik bahwasanya belajar itu dilakukan sepanjang waktu atau belajar sepanjang hayat (longlife learning). Prinsip pembelajar seperti ini merupakan salah satu ciri pembelajar pada pendidikan 4.0.

Selain itu, banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh peserta didik diantaranya literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia yang merupakan ciri pendidikan 4.0. Literasi data, peserta didik dapat mengelola sendiri berbagai referensi yang disiapkan oleh pendidik. Literasi teknologi, peserta didik tidak hanya menggunakan langsung kelas maya, tetapi ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan peserta didik hingga menemukan kelas maya. Misalnya pembuatan email sehingga mereka akan semakin paham bagaimana teknologi sangat membantu manusia dalam kehidupannya. Melalui kelas maya, literasi manusia juga terasah sebab kelas maya membelajarkan peserta didik bagaimana menggunakan teknologi secara bijak dan positif serta berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Selain itu, kelas maya diduga dapat memicu pemikiran-pemikiran kreatif peserta didik untuk membuat portal pembelajaran atau hal lain yang dapat membantu manusia dalam kehidupannya. Hal ini karena mereka merasakan langsung manfaat dari pemanfaatan teknologi.
               
Kesimpulan dalam tulisan ini adalah penggunaan fitur sumber belajar dan kelas maya pada pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi digital peserta didik dalam berliterasi data, berliterasi teknologi dan berliterasi manusia. Ketiga literasi tersebut merupakan ciri pendidikan 4.0. Sehingga dapat dikatakan portal rumah belajar merupakan media yang efektif  dalam menunjang pendidikan 4.0.

0 komentar:

Posting Komentar

Pesan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Alamat

Jalan Mekar Jaya No.1, Kadia, Kota Kendari
Provinsi Sulawesi Tenggara 93115

Telepon

+(62) 81234 567

Website

www.irmalismayani.id