Irma Lismayani

Duta Rumah Belajar

Prov. Sulawesi Tenggara

Guru Idola

Sang Pujangga

Sabtu, 21 November 2020

PROFIL KANDIDAT 5 BESAR DUTA RUMAH BELAJAR 2020 PROVINSI SULAWESI TENGGARA

MOTIVASI MENJADI DUTA RUMAH BELAJAR

Menjadi Duta Rumah Belajar merupakan sebuah amanah yang sangat saya impikan. Amanah yang mampu menggerakkan guru-guru di daerah untuk bisa menjadi guru yang melek IT. Namun hal ini tidak dirasakan oleh semua guru. Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan materi dibandingkan dengan ilmu yang didapatkan dari pelatihan-pelatihan yang diikuti.

Misalnya saja dengan pelatihan yang diadakan oleh Pustekom Kemdikbud yaitu PembaTIK. Di Kabupaten tempat saya bertugas, tidak lebih dari 3 guru yang mendaftar. Itupun termasuk saya di dalamya. Ada beberapa alasan yang dilontarkan oleh para guru sehingga tidak memanfaatkan pelatihan ini. Alasan familiar yang terdengar adalah menyangkut kesibukkan. Padahal, semua guru pasti mempunyai kesibukkan masing-masing. Jika ada guru yang mampu menyelesaikan pelatihan ini, artinya kita juga mampu meneyelesaikannya dengan baik.

Alasan yang ke dua adalah tidak mendapatkan informasi mengenai pelatihan ini. Banyak faktor yang menyebakan hal itu terjadi. Salah satunya  karena kurang aktifnya guru dalam mencari infrmosi melalui dunia maya. Namun hal ini tidak serta merta menyalahkan gurunya. Kemungkinan banyak guru yang tidak mengetahui informasi dikarenakan tidak mempunyai handphone android ataupun tidak adanya akses jaringan. Sebenarnya peran teknologi hanya sebagai alat, yang paling penting adalah penggerak dan  pengguna. Guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi kalau dia mau belajar sepanjang hayat.  Guru harus melek teknologi agar keteladanan yang baik dapat diajarkan kepada peserta didik.

Hal inilah yang menjadi motivasi saya untuk berbagi kepada guru-guru di daerah. Dengan menjadi Duta Rumah Belajar, saya mempunyai amanah untuk berbagi dan mampu menggerakn guru-guru untuk belajar bersama  mengintegrasikan teknologi dalam melaksanakan pembelajaran. Memang tidak mudah untuk mengajak guru-guru maju bersama.  Namun dengan menyandang predikat menjadi Duta Rumah Belajar. Ini menjadi salah satu modal saya untuk percaya diri dalam berbagi pengalaman kepada guru-guru di daerah.

Menjadi Duta Rumah Belajar memang tidak mudah. Harus melewati beberapa tahap/ level di dalamnya. Namun hal itu tidak membuat saya untuk menyerah. Tujuan saya adalah meningkatkan kompetensi diri dan berbagi pengalaman belajar kepada guru-guru yang lain. Jika tidak terpilih, coba lagi. Karena sejatinya guru harus melek teknologi agar keteladanan yang baik dapat diajarkan kepada peserta didik.

Menjadi Duta Rumah Belajar adalah impian saya. Akan tetapi  bukan menjadi patokan bagi saya untuk berbagi. Belajar, Berbagi dan Bergerak adalah Motto hidup saya sebagai seorang Guru. Semua itu saya lakukan karena saya senang dengan profesi saya. Profesi yang menuntut untuk terus belajar sepanjang hayat, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, menjadi Duta Rumah Belajar adalah bonus yang diberikan dari keikhlasan dan hasil kerja keras kita dalam belajar, berbagi dan bergerak bersama guru-guru di daerah.  

Terima kasih Pusdatin kemdikbud dan Terima Kasih Duta Rumah Belajar telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi bagian dari Rumah Belajar. Semoga saya bisa berkontribusi lebih terhadap peningkatan kualitas pengetahuan teknologi bagi para guru, khususnya di daerah.

yuk lihat Profil Kandidat Duta Rumah Belajar SULTRA 2020, NARDIS, M.Pd




2 komentar:

Pesan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Alamat

Jalan Mekar Jaya No.1, Kadia, Kota Kendari
Provinsi Sulawesi Tenggara 93115

Telepon

+(62) 81234 567

Website

www.irmalismayani.id